Perkuat Peran Pers Kampus dalam Pergerakan Mahasiswa

December 22, 2015

Tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa merupakan poros dari sebuah perubahan yang masif dalam berbagai aspek. Anggapan ini bisa dilihat dari reaksi masyarakat yang menjadi buah bibir masyarakat, baik dari gaya hidup, teknologi yang dipakai, prestasi, aksi demonstrasi, dan lain-lain. Pertanyaanya bagaimana Pers Mahasiswa bisa berperan aktif dalam mengawal segala pergerakan, baik secara aktif (seperti aksi) serta pasif (dalam perspektif budaya,sosial,dan lain-lain).

Part of People

October 30, 2015
Pergerakan Mahasiswa di era reformasi diklaim banyak pihak tidak membuahkan hasil. Aksi yang mereka lakukan hanya didengar sebagai angin lalu oleh pemerintah ataupun masyarakat. Ya, mahasiswa yang katanya memperjuangkan hak-hak rakyat hanya dipandang sebelah mata bahkan oleh masyarakatnya sendiri. Ada sesuatu yang salahkah ?

Pertama, mahasiswa dengan sejarah mereka melakukan pergerakan militan pada jaman orde baru dan berhasil meruntuhkan rezim tersebut. Tetapi dijaman tersebut ada suatu keadaan saat mahasiswa bisa bergerak satu padu dan dapat mengerahkan massa yang begitu besar, yaitu penindasan. Penindasan saat kebebasan berekspresi dibungkam, saat kediktatoran berkuasa selama 32 tahun, dan saat faktor ekonomi memiliki imbas yang sangat signifikan terhadap mahasiswa. Saat ini posisi mahasiswa tidak ada bedanya dengan rakyat biasa, mereka sama sama merasakan penindasan yang terjadi oleh pemimpin mereka sendiri.

Kedua, mahasiswa sejatinya adalah elemen penting dalam masyarakat tetapi dalam prosesnya pada hari ini mahasiswa megneksklusifkan diri dari masyarakat. Kembali ke penjelasan sebelumnya karena mahasiswa tidak merasa tertindas, pergerakan yang digalakan pun menjadi kurang efektif. Bahkan dalam beberapa kasus dalam satu Institusi terkadang mahasiswa terpecah belah. Mahasiswa sebagai agen perubahan pun terkadang memperburuk keadaan yang terkadang menganggap dirinya sendiri adalah pahlawan bangsa.

Ketiga elemen-elemen mahasiswa yang digadangkan membawa perubahan di masyarakat malah terjadi perpecahan ditubuh mahasiswa itu sendiri. Permainan politik dijadikan alat untuk mencapai kekuasaan tertinggi dan tidak jarang permainan politik tidak sehat dan berkiblat kepada politikus politikus yang menghalalkan segala cara. Inikah mahasiswa si agen perubahan dan agen penerus bangsa ? Pantaskah nasib bangsa jika para mahasiswanya saja sudah melakukan politik kotor dan dianggap lumrah bagi mereka ?

Pada akhirnya kenapa harus menunggu tertindas ? kenapa kalian mengeksklusifkan diri dari masyarakat ? kenapa terjadi perpecahan diantara mahasiswa itu sendiri ? Pertanyaan pertanyaan sederhana seperti ini setidaknya menjadi renungan bagi kita semua yang masih mempercayai bahwa mahasiswa adalah agen perubahan. Dan yang terpenting, mahasiswa adalah bagian masyarakat. 

Kamera Lubang Jarum Seni Dalam berproses Foto

October 10, 2015


AksaraNews,Bandung (05/10/15) – Kamera lubang jarum atau biasa disebut pinhole camera adalah kamera unik yang bisa diciptakan dari bahan-bahan bekas.Terlepas dari teknologi yang digunakan oleh kamera lubang jarum yang terkesan ketinggalan jaman dan ditengah trend fotografi digital yang kesannya terlalu mudah digunakan. Ada seni dan tantangan yang tidak dapat dialami oleh pengguna kamera digital yaitu seni dalam berproses.
”Di kamera lubang jarum saya bisa melihat sisi lain dari fotografi yaitu seni berproses, saya bisa tahu bagaimana gambar bisa terproyeksi, saya juga bisa bikin kamera juga macem-macem.” Tutur Ari dari Komunitas Lubang Jarum Indonesia saat ditemui di acara Workshop Jurnalistik Kamera Lubang Jarum yang diselenggarakan Persma GENERA Faperta Unpad. Karena semakin canggih suatu alat maka akan menghilangkan seni proses itu sendiri.
“Tantangan jika beproses di kamera lubang jarum ini pun sangat besar. Ekspektasi dan hasil belum tentu sesuai dikarenakan banyak faktor misalkan terlalu lama meng-expose objek, kesalahan dalam pembuatan kamera, atau cairan pencuci film yang gagal. Ekspektasi nya belum tentu sama dan ada kepuasan tersendiri jika hasil yang didapatkan itu luar biasa.” Tutur Rifan dari Blackhole, Komunitas kamera lubang jarum UPI. (IMF)

Krisis 3.0 dan Mahasiswa didalamnya

September 25, 2015


Tahun ini 2015 adalah tahun gonjang-ganjing bagi negara kita tercinta Indonesia. Mulai dari ambruknya tatanan ekonomi Indonesia, ancaman dari permasalahan yang akan ditimbulkan MEA(Masyarakat Ekonomi Asean), depresiasi rupiah, harga-harga bahan pokok yang kian hari kian melambung tinggi, dan ditambah dengan bencana kekeringan yang merupakan dampak dari badai el-nino.

Seakan belum cukup parah keadaan ini kembali dibakar oleh oleh media-media yang selalu memblow up berita berita yang sifatnya ada di permukaan, menonjolkan drama, subjektif, dan tidak melihat bagaimana kegelisahan rakyat yang mulai merasa Indoensia ini kacau balau.
Mahasiswa yang mengklaim dirinya sendiri Agent of Change pun belum memberikan dampak yang signifikan. Teriakan aksi ada di mana mana hanya saja kurang greget dari semua aspek. Massa yang kurang, kajian strategis yang lesu, aksi sebagai ajang latihan berorasi, dan yang lebih parah aksi yang selama ini saya lihat hanya sampai pada tuntutan. Kajian strategis yang digadang oleh mahasiswa outputnya harus sudah solusi dan bukan lagi sebuah tuntutan. Masyarakat biasa pun menuntut, anak kecil yang meminta mainan kepada ibunya pun menuntut, apa yang membedakan mahasiswa dari mereka ? Solusi !

Saat pemerintah sudah deadlock, saat pemerintah sudah tidak dipercaya lagi oleh rakyat, saat media sudah menjadi kendaraan politik, diharapkan mahasiswa yang mengklaim dirinya sendiri sebagai Agent of Change minimal memberikan solusi di aksi-aksi mereka.

Akar

September 6, 2015
Saat masalah datang, orang orang sering kali lupa hal yang mendasar jika ingin menyelesaikan suatu masalah. Akar atau sumber dari masalah tersebut sering kali terlupakan. Banyak orang terpaku dengan apa yang ada didepannya tapi melupakan apa yang seharusnya mereka selesaikan. Dengan begini penyelesaian masalah hanya berdampak jangka pendek.

Listen

September 3, 2015


Untuk sebagian orang, perkataannya didengar orang lain adalah hal yang sangat mudah. Mereka hanya perlu bicara, mereka hanya perlu bekerja, bahkan sebagian orang mereka hanya perlu diam agar apa yang ia rasakan bisa didengar orang lain. Ada pepatah bahwa jika ingin didengar oleh orang lain maka kita harus bisa mendengar orang lain juga.

Terlanjur

September 1, 2015


Aku terlanjur cinta
Aku terlanjur tenggelam
Aku terlanjur berjuang
Aku terlanjur menerjang
Ini bukan tentang ku
Ini pun bukan tentangnya
Ini semua bagai anak panah yang ditarik oleh busurnya
Tertarik hanya untuk lepas dari dirinya sendiri
Ditempa tak membuat lemah
Dipukul tak pernah lelah
Semakin dalam cinta
Rasa sakit tak terasa

PPDB

June 29, 2015
Sudah dari dulu kalo PPDB(Penerimaan Peserta Didik Baru) menjadi momok yang menakutkan bagi siswa dan terutama orangtua yang ingin anaknya masuk di Sekolah yang baik dan terjamin. Di masa masa ini Siswa biasanya cuman ngomong ke orang tua kalo "Aku mau ke SMA XXX". Sedangkan orang tua yang pusing cari informasi apakah nilai UN anaknya aman atau tidak untuk masuk ke SMA yang diinginkan.

Pertelevisian

June 4, 2015
Banyak yang berkoar koar di media sosial bahwa dunia pertelevisian di Indonesia sudah hancur. Hiburan yang disediakan tidak mendidik, berita berita diarahkan untuk kepentingan politik, kurangnya program program yang berkualitas, bahkan sampai ada acara lahiran dan nikahan yang disiarkan di televisi nasional.

Menurut saya stasiun televisi tidak mutlak salah atas situasi yang terjadi di sini. Karena stasiun televisi mengikuti apa yang "masyarakat" inginkan. Untuk contoh dalam ranah hiburan, tidak semua kalangan masyarakat bisa menikmati hiburan stand up comedy, banyak yang lebih memilih program program joget joget yang isinya saling menghina satu sama lain. Tidak semua juga bisa menerima band band indie dan sebagian besar lebih memilih dangdut koplo.

Solusi paling cepat tentu saja memberikan apresiasi dan ruang khusus untuk acara acara yang berkualitas. Tapi menurut saya solusi yang paling efektif adalah meningkatkan tingkat pendidikan dan perbaikan ekonomi kerakyatan.

 

Para Pemegang Kekuasaan

March 15, 2015
Permasalahan permasalahan yang melanda Indonesia dimulai dari pelemahan KPK, naiknya harga harga sembako, reklamasi yang mengakibatkan perusakan lingkungan, rupiah yang melemah dan masih banyak lagi.

Darah itu merah, bagaikan.....

January 5, 2015
“Darah itu merah jenderal seperti amarah”