Part of People

October 30, 2015
Pergerakan Mahasiswa di era reformasi diklaim banyak pihak tidak membuahkan hasil. Aksi yang mereka lakukan hanya didengar sebagai angin lalu oleh pemerintah ataupun masyarakat. Ya, mahasiswa yang katanya memperjuangkan hak-hak rakyat hanya dipandang sebelah mata bahkan oleh masyarakatnya sendiri. Ada sesuatu yang salahkah ?

Pertama, mahasiswa dengan sejarah mereka melakukan pergerakan militan pada jaman orde baru dan berhasil meruntuhkan rezim tersebut. Tetapi dijaman tersebut ada suatu keadaan saat mahasiswa bisa bergerak satu padu dan dapat mengerahkan massa yang begitu besar, yaitu penindasan. Penindasan saat kebebasan berekspresi dibungkam, saat kediktatoran berkuasa selama 32 tahun, dan saat faktor ekonomi memiliki imbas yang sangat signifikan terhadap mahasiswa. Saat ini posisi mahasiswa tidak ada bedanya dengan rakyat biasa, mereka sama sama merasakan penindasan yang terjadi oleh pemimpin mereka sendiri.

Kedua, mahasiswa sejatinya adalah elemen penting dalam masyarakat tetapi dalam prosesnya pada hari ini mahasiswa megneksklusifkan diri dari masyarakat. Kembali ke penjelasan sebelumnya karena mahasiswa tidak merasa tertindas, pergerakan yang digalakan pun menjadi kurang efektif. Bahkan dalam beberapa kasus dalam satu Institusi terkadang mahasiswa terpecah belah. Mahasiswa sebagai agen perubahan pun terkadang memperburuk keadaan yang terkadang menganggap dirinya sendiri adalah pahlawan bangsa.

Ketiga elemen-elemen mahasiswa yang digadangkan membawa perubahan di masyarakat malah terjadi perpecahan ditubuh mahasiswa itu sendiri. Permainan politik dijadikan alat untuk mencapai kekuasaan tertinggi dan tidak jarang permainan politik tidak sehat dan berkiblat kepada politikus politikus yang menghalalkan segala cara. Inikah mahasiswa si agen perubahan dan agen penerus bangsa ? Pantaskah nasib bangsa jika para mahasiswanya saja sudah melakukan politik kotor dan dianggap lumrah bagi mereka ?

Pada akhirnya kenapa harus menunggu tertindas ? kenapa kalian mengeksklusifkan diri dari masyarakat ? kenapa terjadi perpecahan diantara mahasiswa itu sendiri ? Pertanyaan pertanyaan sederhana seperti ini setidaknya menjadi renungan bagi kita semua yang masih mempercayai bahwa mahasiswa adalah agen perubahan. Dan yang terpenting, mahasiswa adalah bagian masyarakat. 

Kamera Lubang Jarum Seni Dalam berproses Foto

October 10, 2015


AksaraNews,Bandung (05/10/15) – Kamera lubang jarum atau biasa disebut pinhole camera adalah kamera unik yang bisa diciptakan dari bahan-bahan bekas.Terlepas dari teknologi yang digunakan oleh kamera lubang jarum yang terkesan ketinggalan jaman dan ditengah trend fotografi digital yang kesannya terlalu mudah digunakan. Ada seni dan tantangan yang tidak dapat dialami oleh pengguna kamera digital yaitu seni dalam berproses.
”Di kamera lubang jarum saya bisa melihat sisi lain dari fotografi yaitu seni berproses, saya bisa tahu bagaimana gambar bisa terproyeksi, saya juga bisa bikin kamera juga macem-macem.” Tutur Ari dari Komunitas Lubang Jarum Indonesia saat ditemui di acara Workshop Jurnalistik Kamera Lubang Jarum yang diselenggarakan Persma GENERA Faperta Unpad. Karena semakin canggih suatu alat maka akan menghilangkan seni proses itu sendiri.
“Tantangan jika beproses di kamera lubang jarum ini pun sangat besar. Ekspektasi dan hasil belum tentu sesuai dikarenakan banyak faktor misalkan terlalu lama meng-expose objek, kesalahan dalam pembuatan kamera, atau cairan pencuci film yang gagal. Ekspektasi nya belum tentu sama dan ada kepuasan tersendiri jika hasil yang didapatkan itu luar biasa.” Tutur Rifan dari Blackhole, Komunitas kamera lubang jarum UPI. (IMF)