Pertama, mahasiswa dengan sejarah mereka melakukan pergerakan militan pada jaman orde baru dan berhasil meruntuhkan rezim tersebut. Tetapi dijaman tersebut ada suatu keadaan saat mahasiswa bisa bergerak satu padu dan dapat mengerahkan massa yang begitu besar, yaitu penindasan. Penindasan saat kebebasan berekspresi dibungkam, saat kediktatoran berkuasa selama 32 tahun, dan saat faktor ekonomi memiliki imbas yang sangat signifikan terhadap mahasiswa. Saat ini posisi mahasiswa tidak ada bedanya dengan rakyat biasa, mereka sama sama merasakan penindasan yang terjadi oleh pemimpin mereka sendiri.
Kedua, mahasiswa sejatinya adalah elemen penting dalam masyarakat tetapi dalam prosesnya pada hari ini mahasiswa megneksklusifkan diri dari masyarakat. Kembali ke penjelasan sebelumnya karena mahasiswa tidak merasa tertindas, pergerakan yang digalakan pun menjadi kurang efektif. Bahkan dalam beberapa kasus dalam satu Institusi terkadang mahasiswa terpecah belah. Mahasiswa sebagai agen perubahan pun terkadang memperburuk keadaan yang terkadang menganggap dirinya sendiri adalah pahlawan bangsa.
Ketiga elemen-elemen mahasiswa yang digadangkan membawa perubahan di masyarakat malah terjadi perpecahan ditubuh mahasiswa itu sendiri. Permainan politik dijadikan alat untuk mencapai kekuasaan tertinggi dan tidak jarang permainan politik tidak sehat dan berkiblat kepada politikus politikus yang menghalalkan segala cara. Inikah mahasiswa si agen perubahan dan agen penerus bangsa ? Pantaskah nasib bangsa jika para mahasiswanya saja sudah melakukan politik kotor dan dianggap lumrah bagi mereka ?
Pada akhirnya kenapa harus menunggu tertindas ? kenapa kalian mengeksklusifkan diri dari masyarakat ? kenapa terjadi perpecahan diantara mahasiswa itu sendiri ? Pertanyaan pertanyaan sederhana seperti ini setidaknya menjadi renungan bagi kita semua yang masih mempercayai bahwa mahasiswa adalah agen perubahan. Dan yang terpenting, mahasiswa adalah bagian masyarakat.
Ketiga elemen-elemen mahasiswa yang digadangkan membawa perubahan di masyarakat malah terjadi perpecahan ditubuh mahasiswa itu sendiri. Permainan politik dijadikan alat untuk mencapai kekuasaan tertinggi dan tidak jarang permainan politik tidak sehat dan berkiblat kepada politikus politikus yang menghalalkan segala cara. Inikah mahasiswa si agen perubahan dan agen penerus bangsa ? Pantaskah nasib bangsa jika para mahasiswanya saja sudah melakukan politik kotor dan dianggap lumrah bagi mereka ?
Pada akhirnya kenapa harus menunggu tertindas ? kenapa kalian mengeksklusifkan diri dari masyarakat ? kenapa terjadi perpecahan diantara mahasiswa itu sendiri ? Pertanyaan pertanyaan sederhana seperti ini setidaknya menjadi renungan bagi kita semua yang masih mempercayai bahwa mahasiswa adalah agen perubahan. Dan yang terpenting, mahasiswa adalah bagian masyarakat.
