PPDB

June 29, 2015
Sudah dari dulu kalo PPDB(Penerimaan Peserta Didik Baru) menjadi momok yang menakutkan bagi siswa dan terutama orangtua yang ingin anaknya masuk di Sekolah yang baik dan terjamin. Di masa masa ini Siswa biasanya cuman ngomong ke orang tua kalo "Aku mau ke SMA XXX". Sedangkan orang tua yang pusing cari informasi apakah nilai UN anaknya aman atau tidak untuk masuk ke SMA yang diinginkan.


Disaat saat seperti ini orang tua yang pusing dan perhatian kepada anaknya sering kali tiba tiba menjadi pengamat sistem dan politik yang baik. Mereka komentar tentang bobroknya sistem, bagaimana kebijakan Pemerintah mempengaruhi pendidikan, dan bersuara lantang bagaimana harusnya sistem dan tata kelola Pemerintahan semestinya. Tapi saat anaknya masuk sekolah yang diinginkan mereka kembali adem ayem aja.

Selain menjadi pengamat, beberapa dari mereka dapat menjelma menjadi mata mata yang bisa dengan mudah memiliki akses ke Dinas Pendidikan, Sekolah, dll. Tipe tipe seperti ini biasanya memiliki relasi yang luas dan ditopang dengan dana yang besar untuk bisa memasukkan anaknya ke sekolah yang diinginkan. Tipe orang tua ini juga terkadang mengedepankan gengsi untuk masuk ke sekolah yang dianggap unggulan tanpa mengetahui kemampuan dan keinginan anak mereka.

Ada lagi tipe yang lain, yaitu orang tua yang tiba tiba miskin (atau memang ingin dimiskinkan) dengan membuat SKTM(Surat Keterangan Tidak Mampu) agar anaknya dapat masuk melalui jalur non akademis. Tipe ini ingin menghindari uang SPP yang dibebankan dan menghindari persaingan dengan masuk jalur non akademis. Jika tidak benar benar miskin biasanya tidak diloloskan tapi dengan relasi yang kuat dapat lolos dari Inspeksi.

Yah begitulah.....


0 comments:

Post a Comment