Tidak dapat dipungkiri bahwa
mahasiswa merupakan poros dari sebuah perubahan yang masif dalam berbagai
aspek. Anggapan ini bisa dilihat dari reaksi masyarakat yang menjadi buah bibir
masyarakat, baik dari gaya hidup, teknologi yang dipakai, prestasi, aksi
demonstrasi, dan lain-lain. Pertanyaanya bagaimana Pers Mahasiswa bisa berperan
aktif dalam mengawal segala pergerakan, baik secara aktif (seperti aksi) serta
pasif (dalam perspektif budaya,sosial,dan lain-lain).
Di Indonesia sendiri kita mengenal
lembaga negara dengan trias politika yang terdiri dari lembaga eksekutif,
legislatif, dan yudikatif. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi,
media (massa dan sosial) memiliki peranan yang sangat penting untuk
mempengaruhi ketiga lembaga negara tersebut. Kampus yang jika kita lihat
kondisinya sekarang lebih mirip seperti miniatur sebuah negara dan dengan
kondisi itu pers mahasiswa harus bisa berperan aktif di sana.
Sayangnya tidak semua pers mahasiswa tidak
semuanya bisa menerapkan idealism seperti ini. Diperjalanan banyak yang harus
menanggalkan idealisme ini hanya dikarenakan takut dibekukan rektorat, takut
pendanaan diputus, pemberitaan yang dianggap terlalu serius, bahkan sampai
takut mempublikasikan berita karena dianggap subjektif.
Mau tidak mau pers mahasiswa harus
bisa menyeimbangkan tugasnya sebagai pengawal pergerakan mahasiswa dan
kebutuhan pembaca. Banyak yang harus dipersiapkan dan yang terpenting mencari
kader-kader mahasiswa yang ingin bergabung dan berkomitmen di dalamnya serta
mengembangkannya menjadi manusia yang berkualitas.
0 comments:
Post a Comment