Untuk sebagian orang, perkataannya didengar orang lain
adalah hal yang sangat mudah. Mereka hanya perlu bicara, mereka hanya perlu
bekerja, bahkan sebagian orang mereka hanya perlu diam agar apa yang ia rasakan
bisa didengar orang lain. Ada pepatah bahwa jika ingin didengar oleh orang lain
maka kita harus bisa mendengar orang lain juga.
Tapi bagi saya dan sebagian orang yang lain tidak. Saya
harus belajar dulu bagaimana caranya berhadapan dengan orang lain, bagaimana
caranya berkomunikasi dengan orang lain, bagaimana caranya mengutarakan
pendapat, bahkan bagaimana caranya agar diam kita dapat di mengerti oleh orang
lain, dan yang terakhir dan paling penting adalah bagaimana membuktikan bahwa
saya adalah orang yang pantas didengar.
Tak jarang apa yang saya katakan tidak didengar oleh orang
lain. Tak jarang apa yang saya katakana tak direspon dengan baik oleh orang
lain. Tak jarang apa yang saya lakukan tak dianggap oleh orang lain. Tak jarang
diam saya dianggap sebuah ketidakpedulian.
Diri sendiri adalah teman ku yang paling dekat. Dia tak
pernah menghianatiku. Dia selalu bisa mendengarkan apa yang saya maksud. Dia
selalu bisa memberikan pandangan pandangan baru. Dia selalu ada di sini.
Kesendirian sudah menjadi lingkunganku.
Bukannya iri, bukannya ingin mencari perhatian, bukannya
ingin dihormati. Hanya saja bagi saya didengar oleh orang lain itu merupakan
sesuatu yang sangat berharga. Saya lebih senang saat orang lain mengingat hal
kecil yang saya lakukan dan katakan ketimbang mendapat harta.
Ada kejadian lucu di mana seseorang sudah benar benar tidak
mendengar saya tapi masih membutuhkan saya. Bagaimana dia merespon, bagaimana
dia jual mahal, bagaimana dia mengulang perkataan saya yang tidak terima oleh
orang lain tapi diterima oleh dia
.
Saya bukanlah tipe orang yang pandai berbicara, bukan juga
orang yang pandai merangkai kata, bukan juga orang yang pandai dalam
pendidikan. Saya hanya ingin didengar.
0 comments:
Post a Comment