Listen

September 3, 2015


Untuk sebagian orang, perkataannya didengar orang lain adalah hal yang sangat mudah. Mereka hanya perlu bicara, mereka hanya perlu bekerja, bahkan sebagian orang mereka hanya perlu diam agar apa yang ia rasakan bisa didengar orang lain. Ada pepatah bahwa jika ingin didengar oleh orang lain maka kita harus bisa mendengar orang lain juga.

Tapi bagi saya dan sebagian orang yang lain tidak. Saya harus belajar dulu bagaimana caranya berhadapan dengan orang lain, bagaimana caranya berkomunikasi dengan orang lain, bagaimana caranya mengutarakan pendapat, bahkan bagaimana caranya agar diam kita dapat di mengerti oleh orang lain, dan yang terakhir dan paling penting adalah bagaimana membuktikan bahwa saya adalah orang yang pantas didengar.

Tak jarang apa yang saya katakan tidak didengar oleh orang lain. Tak jarang apa yang saya katakana tak direspon dengan baik oleh orang lain. Tak jarang apa yang saya lakukan tak dianggap oleh orang lain. Tak jarang diam saya dianggap sebuah ketidakpedulian.

Diri sendiri adalah teman ku yang paling dekat. Dia tak pernah menghianatiku. Dia selalu bisa mendengarkan apa yang saya maksud. Dia selalu bisa memberikan pandangan pandangan baru. Dia selalu ada di sini. Kesendirian sudah menjadi lingkunganku.

Bukannya iri, bukannya ingin mencari perhatian, bukannya ingin dihormati. Hanya saja bagi saya didengar oleh orang lain itu merupakan sesuatu yang sangat berharga. Saya lebih senang saat orang lain mengingat hal kecil yang saya lakukan dan katakan ketimbang mendapat harta.

Ada kejadian lucu di mana seseorang sudah benar benar tidak mendengar saya tapi masih membutuhkan saya. Bagaimana dia merespon, bagaimana dia jual mahal, bagaimana dia mengulang perkataan saya yang tidak terima oleh orang lain tapi diterima oleh dia
.
Saya bukanlah tipe orang yang pandai berbicara, bukan juga orang yang pandai merangkai kata, bukan juga orang yang pandai dalam pendidikan. Saya hanya ingin didengar.

0 comments:

Post a Comment